Presiden Argentina Sebut Negara Lain Cemburu Soal Teori Konspirasi
Presiden Argentina Javier Milei memberikan tanggapan terkait tuduhan konspirasi timnas Argentina
Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 berakhir sebagai runner-up usai dikalahkan Spanyol 0-1 di partai final. Meski turnamen telah usai, langkah Albiceleste sepanjang kompetisi terus diwarnai serangkaian kontroversi dan tuduhan konspirasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menanggapi kritik bertubi-tubi yang mengarah ke tim nasionalnya, Presiden Argentina Javier Milei akhirnya angkat bicara secara vokal. Melalui sejumlah unggahan di media sosial Instagram, Milei membela habis-habisan tim sepak bola negaranya.
"Masalahnya dengan Argentina adalah kami tidak pernah bisa tampil biasa saja. Orang-orang cemburu pada kami, dan kami unggul dalam hampir segala hal," ujar Javier Milei.
"Saya minta maaf, tapi seseorang memang harus menyatakannya secara langsung," tegas Milei dalam unggahan yang menyertai berbagai foto bertema kebangsaan Argentina tersebut.
Langkah Argentina menuju final memang diiringi serangkaian sorotan tajam. Di luar lapangan, aksi para pemain yang membentangkan spanduk bertuliskan isu politik "Falkland adalah Argentina" usai laga semifinal melawan Inggris memicu ketegangan diplomatik hingga penyelidikan FIFA.
Di dalam lapangan, performa tim asuhan Lionel Scaloni juga tak lepas dari tuduhan diuntungkan oleh keputusan wasit. Beberapa momen krusial yang disorot antara lain pelanggaran keras Lionel Messi yang terlepas dari sanksi saat melawan Aljazair, hingga kartu merah kontroversial yang diterima pemain Swiss, Breel Embolo.
Tak berhenti di situ, beberapa insiden perilaku suporter terkait dugaan rasisme serta penyelidikan finansial federasi oleh otoritas Amerika Serikat makin memperkeruh suasana. Kendati demikian, Milei menilai seluruh tuduhan tersebut hanyalah propaganda untuk menjatuhkan negaranya.
"Mereka berbohong tentang Argentina. Mereka yang berada di posisi musuh berarti pernah memperjuangkan sesuatu, dan kami di sini membela Argentina," pungkas sang presiden.
Nur Lisa adalah jurnalis sepak bola yang berdedikasi tinggi dengan pengalaman luas meliput berbagai kompetisi sepak bola, dari Liga 1 Indonesia hingga Liga Champions Eropa. Dengan pemahaman mendalam tentang taktik dan dinamika sepak bola, ia menyajikan berita dan analisis yang tajam tentang klub-klub besar seperti Manchester United, Real Madrid, hingga timnas Indonesia. Tulisannya selalu dinantikan oleh para pecinta si kulit bundar.